Sepekan Terendam Banjir, Camat dan Sekcam Gunung Kaler Terjun Langsung Susuri Permukiman Warga
Terkecil
Terbesar
KAB. TANGERANG – DataNews8.com
Banjir akibat luapan Sungai Cidurian kembali merendam permukiman warga di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Genangan air yang telah berlangsung selama sepekan ini menjadi persoalan tahunan yang hingga kini belum menemukan solusi permanen, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai.
Banjir mulai terjadi sejak 3 Januari 2026 seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Sejumlah kampung terdampak di antaranya Kampung Onyam RT 001/001 Desa Onyam, Kampung Bendung RT 14, 15, dan 16 RW 004 Desa Kedung, serta Kampung Carenang RT 011/003 Desa Gunung Kaler. Air luapan Sungai Cidurian menggenangi rumah warga dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Camat Gunung Kaler Udin, S.Ag., S.IP., M.Si., bersama Sekretaris Kecamatan Gunung Kaler H. Subhan, S.IP., M.Si., turun langsung ke lokasi banjir pada Rabu (7/1/2026). Didampingi jajaran kecamatan dan kepala desa setempat, Camat dan Sekcam menyusuri permukiman warga yang masih terendam genangan air.
Dalam peninjauan tersebut, Camat memastikan kondisi warga serta memantau ketinggian air di sejumlah titik. Ia menyampaikan bahwa banjir akibat luapan Sungai Cidurian merupakan persoalan yang hampir setiap tahun terjadi saat curah hujan tinggi.
“Kami terus melakukan monitoring kondisi wilayah yang terdampak luapan Sungai Cidurian. Di Kampung Bendung Desa Kedung, ketinggian air masih berkisar antara 30 sampai 60 sentimeter,” ujar Camat Gunung Kaler.
Meski pemerintah kecamatan telah turun ke lapangan, warga berharap adanya langkah nyata dan solusi jangka panjang agar banjir tahunan tidak terus berulang. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Camat Gunung Kaler mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi air kiriman susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi. Warga juga diminta untuk mengamankan barang-barang berharga serta menjaga kesehatan selama banjir berlangsung.
Pemerintah Kecamatan Gunung Kaler menegaskan akan terus berupaya mendorong penanganan yang lebih komprehensif agar banjir akibat luapan Sungai Cidurian tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi warga.
(Sb)
