Tak Sekadar Instruksi, Camat Kresek dan Bupati Tangerang Basah-Basahan Tinjau Lokasi Banjir
Terkecil
Terbesar
KAB. TANGERANG | Datanews8.com – Camat Kresek, Eka Fathusidki, mendampingi Bupati Tangerang turun langsung ke sejumlah titik banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Rabu (14/1/2026). Peninjauan dilakukan sejak pagi hari sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan.
Meski harus menerjang genangan air, Bupati Tangerang bersama Camat Kresek tetap menyusuri lokasi banjir untuk melihat secara langsung kondisi warga terdampak. Aksi basah-basahan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat.
Kehadiran pimpinan daerah ini mendapat apresiasi dari Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara. Perwakilan lembaga tersebut, Fahrur Rozi, menilai sikap Camat Kresek dan Bupati Tangerang mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan peduli terhadap rakyat.
“Alhamdulillah, kita punya Camat dan Bupati yang responsif. Pak Eka dan Pak Bupati rela basah-basahan meninjau banjir di Pasir Ampo. Bahkan sebelum ke lokasi banjir, pagi tadi beliau juga menyempatkan diri meninjau rumah roboh di Desa Talok,” ungkap Fahrur Rozi.
Rozi juga menyoroti persoalan lingkungan yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir. Ia menyebut masih banyaknya tumpukan sampah di bantaran Sungai Cidurian yang perlu segera ditangani secara serius.
“Saya melihat banyak tumpukan sampah di bibir Sungai Cidurian. Perlu adanya pembangunan waduk dan penyediaan lahan TPA di setiap desa. Sistem sentralisasi TPA Jatiwaringin kurang efisien. Waduk juga bisa dimanfaatkan untuk menampung air bagi kebutuhan pertanian,” jelasnya.
Dalam kunjungannya, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Camat Kresek memastikan kebutuhan dasar, bantuan sosial, dan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir tetap terpenuhi. Pemerintah juga menjamin penanganan banjir akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
(Subli)
