Pramono Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas Utama Pemprov DKI
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan alokasi anggaran di bidang kesehatan dan pendidikan, Sabtu (4/7/2026).
Jakarta | datanews8.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan Ibu Kota. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan dukungan anggaran secara optimal.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan alokasi anggaran di bidang kesehatan dan pendidikan agar seluruh warga dapat memperoleh layanan yang layak dan mudah diakses.
"Untuk layanan kesehatan, Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Seluruh fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat kapan saja," ujar Pramono saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Di sektor pendidikan, Pramono menjelaskan Pemprov DKI terus menjalankan berbagai program unggulan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program penebusan ijazah bagi warga yang membutuhkan.
Hingga saat ini, sebanyak 707.477 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah menerima bantuan pendidikan. Sementara itu, beasiswa KJMU telah diberikan kepada 15.825 mahasiswa program sarjana (S1), dan kini diperluas hingga jenjang magister (S2) serta doktor (S3).
Pramono juga mengungkapkan bahwa mulai tahun depan Pemprov DKI Jakarta akan meluncurkan program beasiswa daerah yang konsepnya serupa dengan LPDP. Program tersebut ditargetkan mengirim sekitar 50 hingga 75 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Selain itu, ia menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, korban putus sekolah, maupun mereka yang berasal dari keluarga tidak harmonis.
"Saat ini terdapat sekitar 100 anak yang mengikuti program tersebut, dan 90 di antaranya memperoleh beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.
Menurut Pramono, semangat Marhaenisme adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat dari kalangan paling bawah agar memiliki masa depan yang lebih baik melalui akses pendidikan dan pembinaan.
Ia berharap buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial.
(SP)



Posting Komentar