SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif

DataNews8.com Tangerang, Senin 7 September 2026 — Kondisi saluran irigasi yang sebelumnya mengalami pendangkalan di Desa Cipaeh, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, kini mulai mendapat penanganan melalui kegiatan normalisasi. Pengerukan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui UPTD Perairan Wilayah III Sumber Daya Air (SDA) sebagai upaya mengembalikan fungsi saluran dan memperlancar distribusi air menuju area persawahan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, alat berat digunakan untuk mengeruk tanah, lumpur, dan sedimentasi yang menumpuk di dalam saluran. Material yang selama ini membuat badan saluran menjadi dangkal diangkat agar kapasitas saluran kembali lebih optimal.

Normalisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga, terutama para petani. Saluran irigasi yang sebelumnya dangkal dinilai berpotensi memperlambat aliran air dan menghambat distribusi pengairan ke lahan pertanian.

Dengan dilakukan pengerukan, air diharapkan dapat mengalir lebih lancar dari saluran menuju persawahan. Kondisi ini menjadi penting bagi petani karena ketersediaan air yang cukup dan distribusi yang lebih merata dapat membantu proses pengolahan lahan, penanaman hingga pertumbuhan tanaman.

Selain memperlancar pengairan, saluran yang kembali memiliki kedalaman memadai juga diharapkan mampu menampung dan mengalirkan debit air dengan lebih baik. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terganggunya aliran akibat penyempitan kapasitas saluran karena sedimentasi.

Salah seorang warga Desa Cipaeh mengaku senang dengan adanya kegiatan normalisasi tersebut. Ia berharap setelah pengerukan selesai, aliran air menuju sawah dapat lebih lancar.

“Kami sangat mengapresiasi normalisasi ini. Sebelumnya saluran sudah dangkal karena banyak tanah dan sedimentasi. Setelah dikeruk, kami berharap air ke sawah lebih lancar sehingga petani lebih mudah mendapatkan pengairan,” ujarnya.

Warga juga berharap normalisasi tidak hanya dilakukan ketika saluran sudah mengalami pendangkalan. Pemeliharaan dan pembersihan secara berkala dinilai perlu dilakukan agar sedimentasi tidak cepat kembali menumpuk.

Masyarakat Desa Cipaeh pun menyampaikan apresiasi kepada UPTD Perairan Wilayah III SDA atas perhatian terhadap kondisi jaringan irigasi di wilayah tersebut. Mereka berharap infrastruktur pengairan terus dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Normalisasi ini menjadi langkah positif dalam menjaga fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat Desa Cipaeh.

(Subli/tim) 

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif
  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif
  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif
  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif
  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif
  • Saluran Irigasi yang Sempat Dangkal Kini Dinormalisasi, Petani Desa Cipaeh Sambut Positif

Posting Komentar

Seedbacklink