Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai

 

Kondisi proyek Sarana Air Bersih terlihat terbengkalai 


Kabupaten Tangerang | datanews8.com – Sejumlah proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) di wilayah Kecamatan Gunung Kaler menuai sorotan. Dugaan minimnya transparansi serta lemahnya pengawasan mencuat setelah tim kontrol sosial melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik proyek pada Minggu (2/8/2026).


Peninjauan yang dilakukan Kartusi selaku Kabidkam DPP Perkumpulan Trisula Bakti Nusantara menemukan sejumlah kejanggalan pada proyek SAB di Kampung Pabuaran RT/RW 01 dan Kampung Tamiang Genggong, samping Makam Buyut Jare, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler.


Di lokasi Kampung Pabuaran, proyek disebut telah berjalan sekitar lima hari. Namun, saat tim melakukan pengecekan, tidak ditemukan aktivitas pekerjaan. Sementara di Kampung Tamiang Genggong, proyek yang telah berlangsung sekitar tujuh hari juga belum rampung.



Berdasarkan keterangan warga, para pekerja diduga telah berpindah mengerjakan proyek SAB di Kampung Tenggulun, meski pekerjaan di dua lokasi sebelumnya belum selesai. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait sistem pelaksanaan dan pengawasan proyek.


Temuan lain yang menjadi perhatian adalah tidak adanya Papan Informasi Proyek (PIP) di kedua lokasi. Padahal, papan proyek merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi kepada masyarakat karena memuat sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, hingga waktu pelaksanaan.


Saat dikonfirmasi, pemilik lahan di kedua lokasi mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai proyek tersebut.


"Saya cuma menyediakan tempat untuk keperluan musholla," ujar pemilik lahan.

Kartusi menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Gunung Kaler.


"Kami mempertanyakan kinerja pengawasan Kecamatan Gunung Kaler. Hampir seluruh kegiatan pembangunan yang kami temukan tidak memasang papan proyek. Pekerjaan juga terlihat belum selesai tetapi sudah ditinggalkan untuk mengerjakan lokasi lain," tegas Kartusi.

 

Selain persoalan transparansi, pihaknya juga menyoroti aspek teknis pekerjaan. Menurutnya, pemasangan jaringan listrik untuk operasional SAB seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengeboran, mengingat anggaran untuk kebutuhan tersebut disebut telah tersedia.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Gunung Kaler maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.


Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh proyek SAB di Kecamatan Gunung Kaler. Transparansi pelaksanaan serta penyelesaian pekerjaan dinilai penting agar pembangunan yang menggunakan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Admin
Admin
Front-end web developer at amp; DATANEWS8.com & Kliktangsell. Follow me on: Instagram

Berita Terbaru

  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai
  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai
  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai
  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai
  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai
  • Pengawasan Kecamatan Gunung Kaler Dipertanyakan, Proyek SAB Diduga Minim Transparansi dan Terbengkalai

Posting Komentar

Iklan