![]() |
| Foto: Kondisi Rumah warga di kecamatan gunung kaler, kabupaten Tangerang Banten. |
TANGERANG – Kondisi memprihatinkan menimpa salah satu warga di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Sebuah gubuk reyot berstruktur bambu dengan atap rapuh yang nyaris roboh berdiri sebagai saksi bisu lambatnya pemerataan program pengentasan kemiskinan dan pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tingkat wilayah.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, bangunan yang didominasi oleh dinding anyaman bambu (gedek) yang sudah lapuk tersebut masih terus bertahan di tengah cuaca ekstrem.
Kerangka bangunan tampak disangga seadanya menggunakan tiang bambu dan kayu tua, sementara bagian depannya dipenuhi oleh tumpukan kandang dan barang bekas yang semakin memperkumuh lingkungan tempat tinggal. Saat hujan deras tiba, kebocoran atap dan ancaman roboh menjadi kekhawatiran utama penghuninya setiap hari.
Lambannya penanganan terhadap potret kemiskinan riil ini memicu kritik keras dari berbagai pihak. Ketua Media Center Gunung Kaler, Sahadi, secara terbuka menyayangkan sikap lambat dari jajaran birokrasi kewilayahan dalam merespons jeritan warga kurang mampu.
"Sangat disayangkan lambatnya penanganan dari pemerintah kecamatan selama hampir dua tahun menjabat. Camat Udin dinilai kurang responsif terhadap kondisi sosial yang mendesak seperti ini di lapangan," tegas Sahadi dalam keterangannya.
Sahadi menambahkan, kehadiran pemerintah kecamatan seharusnya menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah yang paling cepat menangkap keluhan warga. Masih adanya gubuk yang hampir ambruk ini menjadi indikator lemahnya kepekaan dan validasi data kemiskinan di tingkat kecamatan.
Masyarakat bersama elemen Media Center mendesak agar Pemerintah Kecamatan Gunung Kaler segera mengambil langkah konkret. Pihak kecamatan diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang serta Dinas Perkim untuk memasukkan rumah warga tersebut ke dalam agenda prioritas program bedah rumah atau Forum RTLH demi memberikan hunian yang aman dan layak.(Red)


Komentar
Posting Komentar