Lansia Sebatang Kara di Sidoko Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Camat Gunung Kaler Dinilai Tutup Mata
![]() |
| Kondisi rumah warga yang tak layak huni |
TANGERANG | datanews8.com – Potret pilu kemiskinan ekstrem dan ketimpangan sosial terpampang nyata di wilayah Kabupaten Tangerang. Haji Astari, seorang warga lanjut usia (lansia) yang kini hidup sebatang kara, terpaksa harus tinggal di sebuah gubuk yang kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh di RT 11/RW 03, Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler. 17/9/26
Ironisnya, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah kecamatan setempat, sehingga memicu kritik tajam bahwa pihak otoritas seolah tutup mata terhadap penderitaan warganya.
Berdasarkan pantauan langsung dari bukti visual di lokasi, tempat tinggal Haji Astari sudah jauh dari kata layak untuk dihuni manusia. Bagian atap genteng tanah liatnya terlihat miring, rapuh, dan dipenuhi lubang-lubang besar yang membuat cahaya matahari serta air hujan langsung masuk ke area dalam rumah tanpa penghalang.
Dinding bangunan yang terbuat dari anyaman bambu (Bilik) serta papan kayu lapuk tampak sudah keropos dimakan usia. Sementara itu, bagian teras depan hanya disangga oleh sebilah bambu seadanya dengan halaman beralaskan tanah gembur dan susunan bata yang hancur.
![]() |
| Kondisi atap rumah sangat prihatin, namun demikian pemerintah setempat diduga tutup mata |
Kondisi ini tidak hanya menciptakan ketidaknyamanan, tetapi secara nyata mengancam keselamatan jiwa Haji Astari. Sebagai lansia yang hidup sendiri tanpa keluarga yang mendampingi, risiko tertimpa reruntuhan bangunan sangat tinggi, terutama saat cuaca buruk, hujan deras, atau angin kencang melanda wilayah Gunung Kaler.
Warga sekitar dan para aktivis sosial sangat menyayangkan lambatnya respons serta kepekaan dari Pemerintah Kecamatan Gunung Kaler. Padahal, Pemerintah Kabupaten Tangerang gencar mengampanyekan berbagai program pengentasan kemiskinan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), salah satunya melalui program berkala seperti Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Keagamaan Mengatasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin).
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bantuan sosial kedaruratan tersebut belum menyentuh warga yang paling membutuhkan seperti Haji Astari di Desa Sidoko."Sangat tidak adil melihat seorang lansia sebatang kara harus bertaruh nyawa setiap hari di bawah atap yang bolong-bolong dan bangunan yang mau roboh. Ke mana peran pemerintah kecamatan? Ini jelas bentuk pembiaran dan sikap abai terhadap prioritas kedaruratan warga di tingkat bawah," pungkas salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.
Masyarakat luas mendesak Camat Gunung Kaler dan instansi kedinasan terkait untuk segera turun ke lokasi RT 11/03 Desa Sidoko guna melakukan verifikasi lapangan. Warga menuntut agar rumah Haji Astari segera dimasukkan ke dalam daftar prioritas utama program bedah rumah darurat, demi menjamin hak hidup, keadilan sosial, dan keselamatan fisik seorang lansia sebelum struktur bangunan tersebut benar-benar runtuh dan memakan korban jiwa.(Sp/Sh)




Posting Komentar